MASUKKAN KODE SLIDESHOW DI SINI

twitter.com

Jumat, 18 April 2014

Pengertian kebudayaan 
    
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat.  Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
Unsur-Unsur Kebudayaan
Koentjaraningrat (1985) menyebutkan ada tujuh unsur-unsur kebudayaan. Ia menyebutnya sebagai isi pokok kebudayaan. Ketujuh unsur kebudayaan universal tersebut adalah :
1.     Kesenian
2.    Sistem teknologi dan peralatan
3.    Sistem organisasi masyarakat
4.    Bahasa
5.    Sistem mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi
6.    Sistem pengetahuan
7.    Sistem religi
Pada jaman modern seperti ini budaya asli negara kita memang sudah mulai memudar, faktor dari budaya luar memang sangat mempengaruhi pertumbuhan kehidupan di negara kita ini. Contohnya saja anak muda jaman sekarang, mereka sangat antusias dan up to date untuk mengetahui juga mengikuti perkembangan kehidupan budaya luar negeri. Sebenarnya bukan hanya orang-orang tua saja yang harus mengenalkan dan melestarikan kebudayaan asli negara kita tetapi juga para anak muda harus senang dan mencintai kebudayaan asli negara sendiri. Banyak faktor juga yang menjelaskan soal 7 unsur budaya universal yaitu :
1.Kesenian 
Setelah memenuhi kebutuhan fisik manusia juga memerlukan sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan psikis mereka sehingga lahirlah kesenian yang dapat memuaskan.
2.Sistem teknologi dan peralatan
Sistem yang timbul karena manusia mampu menciptakan barang – barang dan sesuatu yang baru agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membedakan manusia dengam makhluk hidup yang lain.
 3.Sistem organisasi masyarakat
Sistem yang muncul karena kesadaran manusia bahwa meskipun diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna namun tetap memiliki kelemahan dan kelebihan masing – masing antar individu sehingga timbul rasa utuk berorganisasi dan bersatu.
4.Bahasa
Sesuatu yang berawal dari hanya sebuah kode, tulisan hingga berubah sebagai lisan untuk mempermudah komunikasi antar sesama manusia. Bahkan sudah ada bahasa yang dijadikan bahasa universal seperti bahasa Inggris.
5.Sistem mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi
Sistem yang timbul karena manusia mampu menciptakan barang – barang dan sesuatu yang baru agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membedakan manusia dengam makhluk hidup yang lain.
6.Sistem pengetahuan
Sistem yang terlahir karena setiap manusia memiliki akal dan pikiran yang berbeda sehingga memunculkan dan mendapatkan sesuatu yang berbeda pula, sehingga perlu disampaikan agar yang lain juga mengerti.

 7.Sistem religi
Kepercayaan manusia terhadap adanya Sang Maha Pencipta yang muncul karena kesadaran bahwa ada zat yang lebih dan Maha Kuasa.

            WUJUD KEBUDAYAAN 

Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.

1.Gagasan (Wujud ideal)
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan,nilai-nilai,norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
2.Aktivitas (tindakan)
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan.
3.Artefak (karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud kebudayaan. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.
FAKTOR YANG MENDORONG DAN MENGHAMBAT PERUBAHAN KEBUDAYAAN

Mendorong Perubahan Kebudayaan
adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi mudah berubah,terutama unsur-unsur teknologi dan ekonomi.adanya individu-individu yang mudah menerima unsur-unsur perubahan kebudayaan terutama generasi muda.
Menghambat perubahan kebudayaan
adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi sukar berubah seperti : adat istiadat,dan keyakinan agama,adanya individu-individu yang sukar menerima unsur-unsur perubahan terutama generasi kolot.
  A. FAKTOR INTERNAL
#PERUBAHAN DEMOGRAFIS
perubahan demografis disuatu daerah biasanya cenderung terus bertambah,akan mengakibatkan terjadinya perubahan diberbagai sektor kehidupan,contohnya : bidang perekonomian, pertambahan penduduk akan persediaan kebutuhan pangan,sandang dan papan.
#KONFLIK SOCIAL
konflik social dapat mempengaruhi terjadinya perubahan dalam suatu masyarakat,contohnya : konflik kepentingan antara kaum pendatang dengan penduduk setempat didaerah transmigrasi,untuk mengatasinya pemerintah mengikutsertakan penduduk setempat dalam program pembangunan bersama-sama para transmigran.
#BENCANA ALAM
bencana alam yang menimpa masyarakat dapat mempengaruhi perubahan contohnya : banjir,bencana longsor,letusan gunung berapi masyarakat akan dievakuasi dan dipindahkan ketempat yang baru,disanalah mereka harus beradaptasi dengan kondisi lingkungan dan budaya setempat sehingga terjadi proses asimilisasi maupun alkuturasi.
#PERUBAHAN LINGKUNGAN ALAM
ada beberapa faktor misalnya pendangkalan muara sungai yang membentuk delta,rusaknya hutan karena erosi,perubahan demikian dapat mengubah kebudayaan hal ini disebabkan karena kebudayaan mempunyai daya adaptasi dengan lingkungan setempat.
          2.FAKTOR EKSTERNAL
#PERDAGANGAN
indonesia terletak pada jalur perdagangan asia timur dengan india,timur tengah bahkan eropa barat,itulah sebabnya indonesia sebagai persinggahan pendagang pendagang besar,selain berdagang mereka juga memperkenalkan budaya mereka pada masyarakat setempat sehingga terjadilah perubahan budaya.
#PENYEBARAN AGAMA
masuknya unsur-unsur agama hindu dari india atau budaya arab bersamaan proses penyebaran agama hindu dan islam ke indonesia demikian pula masuknya unsur-unsur budaya barat melalui proses penyebaran agama kristen dan kalonialisme.
#PEPERANGAN
kedatangan bangsa barat ke indonesia umumnya menimbulkan perlawanan keras dalam bentuk peperangan,dalam suasana tersebut ikut masuk pula unsur unsur budaya bangsa asing ke indonesia.
sumber :


Selasa, 18 Maret 2014

Etika Menulis di Internet


Etika Menulis di Internet

Kini semua orang sudah terbiasa dengan yang namanya internet, dari anak kecil sampai orang dewasa pun pasti bisa mengakses internet. tapi apakah anda tahu kalau dalam berinternet ada etika atau tata caranya? . untuk itu marilah kita perhatikan kutipan-kutipan berikut ini.

Tata cara menulis yang baik di internet :
1.) Gunakan bahasa yang sopan. Hal ini sudah pasti menjadi nomor satu karena orang akan menghargai jika kita berkata-kata dengan sopan.
2.) Jangan menulis kata atau kalimat dengan huruf kapital. Huruf kapital dalam arti ini yaitu menggunakan Caps Lock. Mengapa begitu ? Karena dapat diartikan kita sedang berteriak-teriak seperti marah. Hal tersebut tidak sopan dan tidak pantas untuk dilakukan.
3.) Menulislah dengan menggunakan EYD.
Mungkin kebanyakan orang banyak yang menulis dengan bahasa-bahasa yang tidak dimengerti oleh orang lain. Seperti contohnya: • h41o 4p4 k4b4r ?  maksudnya adalah ( halo apa kabar ?)
Banyak orang yang menulis dengan menggabungkan huruf dan angka, serta huruf kapital dan huruf kecil. Mungkin ada beberapa orang yang bisa membacanya, tetapi ada juga orang yang tidak bisa membacanya. Hal itu akan menyebabkan yang tidak bisa membacanya tidak mengerti kata atau kalimat tersebut.
4.) Jangan menulis hal-hal tentang SARA dan pornografi.
Sangat dilarang untuk mengirimkan dan mendistribusikan dokumen elektronis yang bersifat pornografi, judi, mengina dan mencemarkan nama baik, mengancam, membohongi dan menyesatkan, menyinggung SARA dan menakut-takuti.
Jadi mengirimkan email ke seseorang yang bernada ancaman bisa dijerat dengan pasal perbuatan terlarang yang menyangkut ancaman pidana.
5.) Jangan melakukan tindakan plagiat (plagiarisme).Karena Plagiarisme adalah tindakan yang melanggar undang-undang dan masalah plagiarisme menyangkut masalah hak cipta yang diatur dalam Undang-undang nomor 19 Tahun 2002. Pada UU ITE, perbuatan yang dilarang menyangkut isi tulisan tertuang pada Bab VII pasal 27 ayat satu sampai empat dan pasal 28 ayat satu dan dua. 


Setelah kita mengetahui cara-cara menulis yang baik di internet, sekarang kita akan mengetahui etika-etika dalam menulis di internet. Berikut ini adalah sikap-sikap yang sebaiknya dilakukan dalam menulis di internet :

1.) Jagalah nama baik Anda di internet seperti Anda menjaganya di kehidupan nyata. Biasanya banyak orang yang menulis seenaknya karena mereka merasa kalau di internet tidak dikenali.
2.) Perhatikan tulisan Anda sebelum melakukan posting, apakah tulisan itu membuat orang lain tersinggung atau terganggu.
Sebaiknya sebelum anda memposting apa yang anda tulis sebaiknya anda cek kembali sehingga terhindar dari masalah yang menyangkut orang yang membacanya. Biasakan pula menulis apa adanya tanpa memanipulasi informasi-informasi yang ada
3.) Jangan menulis kata-kata yang berbau SARA. 
Hal tersebut akan memicu terjadinya pertikaian yang sulit di lerai
4.) Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Karena apa yang kita tulis di internet akan bisa dilihat oleh seluruh orang di dunia sehingga sebaiknya gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar . Tanpa sengaja hal berikut sekaligus memberikan pengetahuan kepada orang asing tentang bahasa Indonesia
5.) Jika ingin mengambil karya tulis orang lain, harus dituliskan sumbernya.
Jika anda tidak menulis referensi dari mana anda dapatkan kalimat atau paragraf tersebut , anda dapat di jerat oleh pasal yang menyangkut tentang plagiarisme.
6.) Jangan melakukan Flood. 
Flood ini maksudnya mengulang posting yang sudah kita postingkan.


Semoga tulisan tentang tata cara / etika menulis di internet ini berguna bagi para pembaca dan membuat pembaca menjadi lebih memahami tentang tata cara atau etika menulis di internet.

referensi : 
http://anderzt.blogspot.com/p/tata-cara-etika-menulis-di-internet.html


Terimakasih  :D

Jumat, 20 Desember 2013

Pertentangan sosial dan integrasi dalam masyarakat

A.    Latar Belakang
Hidup bermasyarakat yaitu sebuah hubungan antar individu-individu maupun antar kelompok dan golongan yang terjadi dalam proses kehidupan. Hidup bermasyarakat juga berarti kehidupan dinamis, dimana setiap anggota masyarakat salaing berinteraksi. Hubungan antar individu ini pun diikat oleh ikatan yang berupa norma serta nilai-nilai yang telah dibuat bersama para anggota. Norma dan nilai-nilai inilah yang menjadi alat pengendali agar para anggota masyarakat tidak terlepas dari rel ketentuan yang telah disepakati itu. Solidaritas, toleransi dan tenggang rasa adalah bukti kuatnya ikatan itu. Sakit salah satu anggota masyarakat akan dirasakan oleh anggota masyarakat lainnya. Dari hubungan seperti itulah lahir keharmonisan dalam hidup bermasyarakat.
Pada kenyataannya tidak semua masyarakat membentuk sebuah harmonisasi. Pada kondisi-kondisi tertentu hubungan antara masyarakat diwarnai berbagai persamaan. Namun sering juga didapati perbedaan-perbedaan, bahkan pertentangan dalam masyarakat. Hal-hal seperti itulah yang menimbulkan perpecahan dalam masyarakat. Salah satu contohnya adalah Pertentangan sosial dan integrita masyarakat. pertentangan sosial adalah suatu konflik yang terjadi didalam suatu lingkungan masyarakat. Biasanya pertentangan tersebut disebabkan oleh hal-hal berikut.

      ·         Etnosentrisme (pandangan yg berpangkal pd masyarakat dan kebudayaan sendiri)
yaitu suatu kecenderungan yang menganggap nilai-nilai dan norma-norma kebudayaannya sendiri sebagaai sesuatu yang prima, terbaik, mutlak dan diepergunakan sebagai tolok ukur untuk menilai dan membedakannya dengan kebudayaan lain. Etnosentrisme merupakan kecenderungan tak sadar untuk menginterpretasikan atau menilai kelompok lain dengan tolok ukur kebudayaannya sendiri. Sikap etnosentrisme dalam tingkah laku berkomunikasi nampak canggung.
·         Diskriminasi
Diskriminasi secara harfiah berarti "perbedaan". Diskriminasi ini memiliki arti memperlakukan orang secara berbeda atau kelompok (biasanya minoritas) berdasarkan karakteristik yang berbeda seperti asal, ras, asal negara, agama, keyakinan politik atau agama, kebiasaan sosial, jenis kelamin, orientasi seksual, bahasa, cacat, usia, dll.
·         Perbedaan Kepentingan
Maksudnya adalah setiap individu pasti mempunyai pendapat atau kepentingan yang berbeda dengan yang lainnya. Terkadang dari pendapat atau kepentingan tersebut bisa menyebabkan perdebatan yang bisa berakhir secara damai atau sebaliknya berakhir secara anarkis.

B.PEMBAHASAN

A.    Pertentangan Sosial
      Pertentangan adalah sutu hal yang dapat di artikan suatu konflik,yang di mana konflik ini memiliki suatu fakta yang bertabrakan berlawanan dengan pihak lain yang akan menimbulkan suatu masalah yang pelik apabila konflik atau pertentangan ini tetap ada dan tanpa ada yang namanya perdamaian dari kedua belah pihak. Sedangkan sosial sendiri mempunyai makna “masyarakat”. Sedangkan pertentangan sosial sendiri adalah suatu kegiatan  yang menentang ilmu - ilmu sosial yang biasanya terjadi karena kesalahpahaman. contoh pertentangan sosial adalah tauran, kerusuhan, perang antar suku dan banyak lagi.
Konflik merupakan suatu tingkah laku yang dibedakan dengan emosi-emosi tertentu yang sering dihubungkan dengannya, misalnya kebencian atau permusuhan. Konflik (pertentangan) mengandung suatu pengertian tingkah laku yang lebih luas dari pada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar atau perang.

Adapun Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pertentangan sosial:
1. Rasa Iri antara individu,negara, dan masyarakat
2. Adanya rasa tidak puas masyarakat terhadap kepemerintahan
3. Banyak adu domba antara politik,agama,suku serta budaya

Terdapat 3 elemen dasar yang merupakan cirri-ciri dari situasi konflik yaitu :
·         Terdapatnya dua atau lebih unit-unit atau baigan-bagianyang terlibat di dalam konflik
·         Unti-unit tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan-kebutuhan, tujuan-tujuan, masalah-masalah, nilai-nilai, sikap-sikap, maupun gagasan-gagasan
·         Terdapatnya interaksi di antara bagian-bagian yang mempunyai perbedaan-perbedaan tersebut.

Adapun cara-cara pemecahan konflik tersebut adalah :
·         Elimination:
Adalah pengunduran diri salah satu pihak yang telibat dalam konflik yagn diungkapkan dengan : kami mengalah, kami mendongkol, kami keluar, kami membentuk kelompok kami sendiri.
·         Subjugation atau domination:
Adalah orang atau pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa orang atau pihak lain untuk mentaatinya.
·         Mjority Rule:
Adalah suara terbanyak yang ditentukan dengan voting akan menentukan keputusan, tanpa mempertimbangkan argumentasi.
·         Minority Consent:
Adalah kelompok mayoritas yang memenangkan, namun kelompok minoritas tidak merasa dikalahkan dan menerima keputusan serta sepakan untuk melakukan kegiatan bersama.
·         Compromise:
Adalah kedua atau semua sub kelompok yang telibat dalam konflik berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah.
·         Integration:
Adalah pendapat-pendapat yang bertentangan didiskusikan, dipertimbangkan dan ditelaah kembali sampai kelompok mencapai suatu keputusan yang memuaskan bagi semua pihak.



Integrasi Sosial
            Integrasi berasal dari bahasa inggris "integration" yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan. integrasi sosial dimaknai sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki keserasian fungsi.

Adapun definisi lain tentang integrasi adalah sebagai berikut:
·      suatu keadaan di mana kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat, namun masih tetap mempertahankan kebudayaan mereka masing-masing.
·         Pengendalian terhadap konflik dan penyimpangan sosial dalam suatu sistem sosial tertentu
·         Membuat suatu keseluruhan dan menyatukan unsur-unsur tertentu.

Sedangkan integrasi sosial adalah suatu proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang berbeda dalam kehidupan bermasyarakat. Integrasi sosialakan terbentuk apabila sebagian besar masyarakat memiliki kesepakatan tentang batas-batas teritorial, nilai-nilai, norma-norma, dan pranata-pranata sosial. Fungsi integrasi sosial sendiri agar masyarakat tidak bubar meskipun menghadapi berbagai tantangan, baik merupa tantangan fisik maupun konflik yang terjadi secara sosial budaya.
Menurut pandangan para penganut fungsionalisme struktur sistem sosial senantiasa terintegrasi di atas dua landasan berikut :
·         Suatu masyarakat senantiasa terintegrasi di atas tumbuhnya konsensus (kesepakatan) di antara sebagian besar anggota masyarakat tentang nilai-nilai kemasyarakatan yang bersifat fundamental (mendasar)
·         Masyarakat terintegrasi karena berbagai anggota masyarakat sekaligus menjadi anggota dari berbagai kesatuan sosial (cross-cutting affiliation). Setiap konflik yang terjadi di antara kesatuan sosial dengan kesatuan sosial lainnya akan segera dinetralkan oleh adanya loyalitas ganda (cross-cutting loyalities) dari anggota masyarakat terhadap berbagai kesatuan sosial.

Adapun bentuk-bentuk integrasi sosial ada 2, yaitu:
·         Asimilasi
yaitu pembauran Kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan asli.
·         Akulturasi
yaitu penerimaan sebagian unsur-unsur asing tanpa menghilangkan kebudayaan asli.
Akulturasi juga dipengaruhi 2 faktor, faktor internal dan faktor eksternal. Berikut adalah penjelasan tentang faktor akulturasi.
1.      Faktor internal
- Kesadaran diri sebagai makhluk sosial
- Tuntutan kebutuhan
- Jiwa dan semangat gotong royong
2.      Faktor eksternal
- Tuntutan perkembangan zaman
- Persamaan Kebudayaan
- Terbukanya kesempatan berpartisipasi dalam bermasyarakat
- Persamaan visi, misi, dan tujuan
-  Sikap toleransi
-  Adanya consensus nilai
-  Adanya tantangan dari luar

Contoh kasus pertentangan sosial dan integrasi dalam bermasyarakat
Seperti peristiwa di Papua, terjadinya pertumpahan darah karena adanya perselisihan antara warga dengan perusahaan pertambangan yang telah mencemari lingkungan sekitar bahkan limbah hasil tambang tersebut sudah menyebabkan banyak penyakit bagi hutan,manusia,dan berbagai jenis keanekaragaman hayati alam papua.
Untuk mengurangi kasus-kasus seperti itu setiap individu harus menanamkan menanamkan sikap dan kesediaan menenggang dan sikap terbuka golongan penguasa sehingga meniadakan kemungkinan diskriminasi.

C. Penutup
·       Kesimpulan
            Sebenarnya konflik itu pasti terjadi bahkan jika kita hidup sendiri di bumi ini
·       Saran
           Untuk menanggulangi pertentangan social dan integrasi masyarakat adalah bersikap terbuka dan saling memahami.

Sumber:
-          http://zarapintar.wordpress.com
  




IPTEK dan Kemiskinan

Latar belakang
Pada era globalisasi ini kemajuan IPTEK dimuka bumi ini makin pesat. Yang dimana ilmu pengetahuan sangat dibuuhkan untuk perkembangan akal manusia agar tidak ketinggalan informasi, sedangkan teknlogi dibutuhkan untuk mempermudah pekerjaan manusia dalam melakukan aktivitasnya. Ilmu pengetahuan ini ditujukan untuk para generasi muda agar bisa makin diasah dan makin berkembang ilmu yang mereka miliki. Karena apabila mereka tidak mengasahnya ilmu itu sendiri dapat hilang secara otomatis dari otak karena tidak ada penambahan dan pengasahan ilmu tersebut, dengan kata lain anak tersebut malas untuk belajar dan mencari ilmu untuk ke depannya. Nah akibat dari semua itu dapat menimbulkan kemiskinan karena tidak ada inovasi, kreatif dan sebagaimana mestinya.


     A.          Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan dan teknologi atau lebih dikenal dengan IPTEK mempunyai banyak pengertian menurut para ahli. Dari keseragaman pendapat itu, dapat disimpulkan bahwa ilmu itu selalu tersusun dari pengetahuan secara teratur, yang diperoleh dalam pangkal tumpuan (objek) tertentu dengan sistematis, metodis, rasional/ logis, empiris, umum dan akumulatif. Sedangkan untuk mengartikan pengetahuan sendiri ada beberapa tokoh yang mengungkapkan pendapatnya seperti:

1.      Bacon dan David Home menyatakan, bahwa pengetahuan sebagai pengalaman indera dan bathin.
2.      Immanuel Kant menyatakan bahwa pengetahuan merupakan persatuan antara budi dan pengalaman.
3.      Phyrro menyatakan bahwa tidak ada kepastian dalam pengetahuan.

Secara umum, pengatahuan adalah kesan dalam pemikiran manusia sebagai hasil penggunaan panca inderanya yang berbeda sekali dengan kepercayaan, dan penerangan-penerangan yang keliru.
Ilmu pengetahuan pada dasarnya memiliki tiga komponen penyangga tubuh pengetahuan yang disusunnya yaitu :

1.      Epistemologis merupakan cara bagaimana materi pengetahuan diperoleh dan disusun menjadi tubuh ilmu pengetahuan.
2.       Ontologis merupakan hakekat apa yang dikaji oleh pengetahuan, sehingga jelas ruang lingkup ujud yang menajdi objek penelaahannya. Atau dengan kata lain ontologism merupakan objek formal dari suatu pengetahuan.
3.      Aksiologis adalah asas menggunakan ilmu pengetahuan atau fungsi dari ilmu pengetahuan.

     B.               Teknologi
“Technology” atau dikenal dengan teknolgi adalah pemanfaatan ilmu untuk memecahkan suatu masalah dengan cara mengerahkan semua alat yang sesuai dengan nilai-nilai kebudayaan dan skala nilai yang ada. Tujuan dari adanya teknolgi untuk memecahkan masalah-masalah praktis serta untuk mengatasi semua kesulitan yang mungkin dihadapi manusia atau dengan kata lain mempermudah pekerjaan manusia.
Sedangkan ada maksud yang mengatakan teknologi yang tepat guna mempunyai tiga persyaratan yaitu:

a.  Persyaratan Teknis,yang termasuk di dalamnya adalah:
·         Memperhatikan kelestarian tata lingkungan hidup, menggunakan sebanyak mungkin
 bahan baku dan sumber energi setempat dan sesedikit mungkin menggunakan bahan impor.
·         Jumlah produksi harus cukup dan mutu produksi harus diterima oleh pasar yang ada.
·         Menjamin agar hasil dapat diangkut ke pasaran dan masih dapat dikembangkan, sehingga dapat dihindari kerusakan atas mutu hasil.
·         memperlihatkan tersedianya peralatan serta operasi dan perawatannya.

b.  Persyaratan Sosial, meliputi :
    ·       Memanfaatkan keterampilan yang sudah ada.
    ·       Menjamin timbulnya perluasan lapangan kerja yang dapat terus menerus berkembang.
    ·       Menekan seminimum mungkin pergeseran tenaga kerja yang mengakibatkan bertambahnya pengangguran.
    ·       Membatasi sejauh mungkin timbulnya ketegangan sosial dan budaya dengan mengatur agar peningkatan produksi berlangsung dalam batas-batas tertentu sehingga terwujud keseimbangan sosial dan budaya yang dinamis.

c.  Persyaratan Ekonomik, yaitu :
·         Membatasi sedikit mungkin kebutuhan modal.
·         Mengarahkan pemakaian modal agar sesuai dengan rencana pengembangan lokal, regional dan nasional.
·         Menjamin agar hasil dan keuntungan akan kembali kepada produsen.
·         Dapat mengarahkan lebih banyak produsen ke arah cara penghitungan ekonomis yang sehat.

  C.               Kemiskinan

Kemiskinan pada dasarnya merupakan salah satu bentuk problema yang muncul dalam kehidupan masyarakat, khususnya pada negara-negara yang sedang berkembang. Kemiskinan yang dimaksud adalah kemiskinan dalam bidang ekonomi. Dikatakan berada di bawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang paling pokok seperti pangan, pakaian dan tempat berteduh. Atau dengan pendapat lain, yaitu adanya suatu tingkat kekurangan materi pada sejumlah atau segolongan orang dibandingkan dengan standar kehidupan yang umum berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan.
Kemiskinan menurut pendapat umum dapat dikategorikan ke dalam 3 kelompok, yaitu :

A.        Kemiskinan yang disebabkan aspek badaniah dan mental seseorang.
Pada aspek badaniah, biasanya orang tersebut tidak bisa berbuat maksimal sebagaimana manusia lainnya yang sehat jasmani. Sedangkan aspek mental, biasanya mereka disifati oleh sifat malas bekerja dan berusaha secara wajar, sebagaimana manusia lainnya.
B.        Kemiskinan buatan atau kemiskinan struktural.
Selain disebabkan oleh keadaan pasrah pada kemiskinan dan memandangnya sebagai nasib dan takdir Tuhan, juga karena struktur ekonomi, sosial dan politik.

C.        Kemiskinan yang disebabkan oleh bencana alam.
        Biasanya pihak pemerintah menempuh dua cara, yaitu memberi pertolongan sementara dengan bantuan secukupnya dan mentransmigrasikan ke tempat hidup yang lebih layak.
         Usaha memerangi kemiskinan dapat dilakukan dengan cara memberikan pekerjaan dan memberikan pendapatan yang layak kepada orang-orang miskin. Karena dengan cara ini bukan hanya tingkat pendapatan yang dinaikkan, tetapi harga diri sebagai manusia dan sebagai warga masyarakat dapat dinaikkan seperti warga lainnya. Dengan lapangan kerja dapat memberikan kesempatan kepada mereka untuk bekerja dan merangsang berbagai kegiatan-kegiatan di sektor ekonomi lainnya.

       D.         Hubungan antara IPTEK dengan kemiskinan
Hubungan antara ilmu dan pengetahuan itu seperti tidak dapat dipisahkan. Bahkan ada teori yang mengatakan bahwa hubungan antara ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai berikut:
“Ilmu tanpa teknologi adalah steril dan teknologi tanpa ilmu adalah statis (Ilmu tanpa teknologi tidak berkembang dan teknologi tanpa ilmu tidak berakar).
 IPTEK sendiri pastinya mempunyai dampak positif dan dampak negatif, berikut adalah penjelasannya:
Dampak Positif
Dampak Negatif
a)      -Memberikan berbagai kemudahan
b)      -Mempermudah meluasnya berbagai informasi
c)      -Bertambahnya pengetahuan dan wawasan
a)      -Mempengaruhi pola berpikir
b)      -Hilangnya budaya Tradisional

c)      -Banyak menimbulkan berbagai kerusakan

Dalam hal kemiskinan struktural, ternyata adalah buatan manusia terhadap manusia lainnya yang timbul dari akibat dan dari struktur politik, ekonomi, teknologi dan sosial buatan manusia pula. Perubahan teknologi yang cepat mengakibatkan kemiskinan, karena mengakibatkan terjadinya perubahan sosial yang fundamental. Kemiskinan diantaranya disebabkan oleh struktur ekonomi, dalam hal ini pola relasi antara manusia dengan sumber kemakmuran, hasil produksi dan mekanisme pasar. Kesemuanya merupakan sub sistem atau sub struktur dari sistem kemasyarakatan. Termasuk di dalamnya ilmu pengetahuan dan teknologi.

Contoh kasus:
Orang orang mampu dapat dengan mudah menguasai IPTEK namun bagi orang yang sulit ekonominya maka ia akan sulit beradaptasi dan mengerti tentang teknologi. Oleh karena itu peran media massa yg inovatif cukup efisien untuk member informasi tentang kemajuan dunia IPTEK

Pembahasan:
Dari media massa kita dapat tahu segala hal tentang kemajuan IPTEK dan yang lainnya dengan mudah. Hanya saja pembangunan yg belum merata di pelosok negeri inilah yg menjadi penghambat bagi masyarakat pedalaman.




1)    Kesimpulan
Dengan kemajuan IPTEK akan banyak manfaatnya bagi kehidupan manusia. Namun hal tersebut tidak lepas dari efek negatif pula, contohnya: semakin menunjukkan kesenjangan social.

    2)    Saran
Sebaiknya media massa seperti televisi memberikan tayangan yang inovatif atau bersikap membangun agar masyarakat termotivasi untuk hidup lebih baik kedepannya

Sumber: