MASUKKAN KODE SLIDESHOW DI SINI

twitter.com

Rabu, 09 Oktober 2013




TIO PAMUNGKAS
1IA01
58413918








Permasalahan Sosial Dalam Ruang Lingkup Keluarga dan Masyarakat

Pengertian Masalah Sosial

Menurut Soerjono Soekanto, masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antar unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam.
Masalah sosial yang berhubungan dengan perkembangan individu dan keluarga
Manusia pada dasarnya adalah mahluk yang hidup dalam kelompok. Dalam kehidupannya sejak lahir manusia itu telah mengenal dan berhubungan dengan manusia lainnya. Sangat tidak mungkin manusia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa bergantung kepada manusia yang lainnya.
Naluri manusia untuk selalu hidup dan berhubungan dengan orang lain disebut “gregariousness” dan oleh karena itu manusia disebut mahluk sosial. Dengan adanya naluri itu, manusia mengembangkan pengetahuannya untuk mengatasi kehidupannya dan memberi makna kepada kehidupannya, sehingga timbul apa yang kita kenal sebagai kebudayaan yaitu sistem terintegrasi dari perilaku manusia dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Dengan demikian manusia dikenal sebagai mahluk yang berbudaya karena berfungsi sebagai pembentuk kebudayaan, sekaligus apat berperan karena didorong oleh hasrat atau keinginan yang ada dalam diri manusia yaitu :
1. Menyatu dengan manusia lain disekelilingnya
2. Menyatu dengan suasana dalam sekelilingnya

Semua itu dapat terlihat dari reaksi yang diberikan manusia terhadap alam yang kadang kejam dan ramah kepada mereka. Manusia itu pada hakekatnya adalah mahluk sosial, tidak dapat hidup menyendiri. Ia merupakan “Soon Politikon” , manusia itu merupakan mahluk yang hidup bergaul, berinteraksi. Perkembangan dari kondisi ini menimbulkan kesatuan-kesatuan manusia, kelompok-kelompok sosial yang berupa keluarga, dan masyarakat. Maka terjadilah suatu sistem yang dikenal sebagai sistem kemasyarakatan atau organisasi sosial yang mengatur kehidupan mereka, memenuhi kebutuhan hidupnya.


Hubungan Masalah Sosial Dengan Perkembangan individu

Perkembangan Individu
Perkembangan adalah perubahan kearah kemajuan menuju terwujudnya hakekat manusia yang bermartabat atau berkualitas. Perkembangan memiliki sifat holistik (menyeluruh/kompleks) terdiri dari berbagai aspek baik fisik ataupun psikis, terjadi dalam beberapa tahap (saling berkesinambungan), adanya variasi individu dan menciptakan prinsip keserasian dan keseimbangan yang dinamis. Perkembangan manusia yang wajar dan normal harus melalui proses pertumbuhan dan perkembangan lahir maupun batin. Dalam arti bahwa individu atau pribadi manusia merupakan keseluruhan jiwa raga yang mempunyai ciri tersendiri. Walaupun terdapat perbedaan pendapat diantara para ahli, namun diakui bahwa pertumbuhan adalah suatu perubahan yang menuju kearah yang lebih maju, lebih dewasa. Timbul berbagai pendapat dari berbagai aliran mengenai pertumbuhan. Menurut para ahli yang menganut aliran asosiasi berpendapat, bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi. Proses asosiasi primer adalah bagian yang ada lebih dahulu, sedangkan keseluruhan ada pada setelahnya. Bagian-bagian ini terikat satu sama lain menjadi keseluruhan asosiasi. Dapat dirumuskan suatu pengertian tentang proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh timbal balik dari pengalaman yang telah terjadi.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan:
  1. Pendirian Nativistik. Menurut para ahli dari golongan ini berpendapat bahwa pertumbuhan itu semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir
  2. Pendirian Empiristik dan environmentalistik. Pendirian ini berlawanan dengan pendapat nativistik, mereka menganggap bahwa pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak berperan sama sekali.
  3. Pendirian konvergensi dan interaksionisme. Aliran ini berpendapat bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu.

Tahap pertumbuhan individu berdasarkan psikologi
1. Masa vital yaitu dari usia 0 sampai kira-kira 2 tahun.
Pada masa vital ini individu menggunakan fungsi-fungsi biologis untuk menemukan berbagai hal dalam dunianya. menurut Frued tahun pertama dalam kehidupan individu itu sebagai masa oral, karena mulut dipandang sebagai sumber kenikmatan dan ketidak nikmatan. Pendapat semacam ini mungkin beralasan kepada kenyataan, bahwa pada masa ini mulut memainkan peranan penting dalam kehidupan individu. Bahwa anak memasukkan apa saja yang dijumpai ke dalam mulutnya itu tidak karena multu merupakan sumber kenikmatan utama, melainkan karena pada waktu itu mulut merupakan alat utama untuk melakukan eksplorasi dan belajar. Pada tahun kedua anak belajar berjalan, dan dengan berjalan itu anak mulai pula belajar menguasai ruang. Di samping itu terjadi pembiasaan tahu akan kebersihan. Melalui tahu akan kebersihan itu anak belajar mengontrol impuls-impuls yang datang dari dalam dirinya.
2. Masa estetik dari umur kira-kira 2 tahun sampai kira-kira 7 tahun
Masa estetik ini dianggap sebagai masa pertumbuhan rasa keindahan. sebenarnya kata estetik diartikan bahwa pada masa ini pertumbuhan anak yang terutama adalah fungsi pancaindera. Dalam masa ini pula tampak muncuk gejala kenakalan yang umumnya terjadi antara 3 tahun sampai umur 5 tahun. Anak sering menentang kehendak orang atau, kadang sampai menggunakan kata – kata kasar, dengan sengaja melanggar apa yang dilarang dan tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan.
Adapun alasan anak berbuat kenakalan dalam usia tersebut adalah :
berkat pertumbuhan bahasanya yang merupakan modal utama bagi anak dalam menghadapi dunianya maka samapailah anak pada penyadaran, yaitu suatu tahap ketika anak menemukan dirinya sebagai subyek.
Kalau pada masa-masa sebelumya anak masih merasa satu dengan dunianya, belum mampu mengadakan pemisahan secara sadar antara dirinya sendiri sebgai subyek dan yang lain sebagai obyek maka kemampuan ini kini dimilikinya. Berarti dia menyadari bahwa dirinya juga subyek seperti yang lain. sebagai subyek dia mempunyai kebebasan untuk menghendaki sesuatu.
Pada masa ini terjadi apa yang kita sebut dengan menghendaki dan kehendak yang dimiliki tidak dapat ditahan-tahan tetapi kalau dia telah memperolehnya maka dia tidak lagi memperdulikannya dan menghendaki benda yang lain yang diinginkannya


3. Masa intelektual dari kira-kria 7 tahun sampai kira-kira 13 tahun atau 14 tahun
Ada beberapa sifat khas pada anak-anak masa ini antara lain :
1.   Adanya korelasi positif yang tinggi antara keadaan jasmani dengan prestasi sekolah
2.   Sikap tunduk kepada peraturan-peraturan, permainan yang tradisional
3.   Adanya kecenderungan memuji diri sendiri
4.   Kalau tidak dapat menyelesaikan sesuatu soal maka soal itu dianggap tidak penting
5.   Senang membandingkan dirinya dengan anak lain
6.   Adanya minat kepada kehidupan praktis sehari-hari yang konkrit
7.   Amat realistik ingin tahu, ingin belajar
8.   Gemar membentuk kelompok sebaya
9.   Masa sosial, kira-kira umur 13 atau 14 tahun sampai kira-kira 20 – 21 tahun

Pengertian keluarga

Keluarga adalah unit/satuan masyarakat terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat. Kelompok ini dalam hubungannya dengan perkembangan individu sering dikenal dengan sebutan primary group. Kelompok inilah yang melahrikan individu dengan berbagai macam bentuk kepribadiannya dalam masyarakat.


Permasalahan sosial dalam keluarga

·         Permasalahan perceraian orang tua
Permasalahan perceraian orang tua merupakan salah satu masalah sosial dalam keluaga yang cukup banyak terjadi dilingkungan kita saat ini. Masalah ini akan lebih menekan keadaan sosial dari anak-anak nya dalam keluarga. Anak yang ayah dan ibunya berpisah biasanya akan selalu menyendiri atau terkadang anak menjadi susah dikendalikan, alhasil anak-anak dari keluaga tersebut akan lebih mudah terpengaruh oleh lingkungan yang berada disekitarnya. Contoh : Bani adalah anak dari keluarga yang orang tuanya berpisah. Karena hal itu  Bani lebih sering diluar rumah dibandingkan dengan dirumahnya. Sampai-sampai ia membenci orang tuanya. Ia lebih percaya dengan temannya dibandingkan orang tuanya sehingga ia terbawa dengan temannya, ia mulai mengikuti temannya seperti merokok. Dan pada akhirnya ia ikut-ikutan temannya mencoba narkoba sampai akhirnya ia kecanduan narkoba. Dari contoh tersebut dapat kita simpulkan bahwa perceraian orang tua merupakan masalah sosial keluarga yang sangat mempengeruhi mental anak sehingga menjadi lemah dan kehilangan akal sehatnya. Oleh sebab itu, orang yang mengalami seperti ini harus diberikan perhatian khusus sehingga tidak terjebak dalam lingkungan sosialnya yang negatif.
  • Permasalahan Harmonisasi keluarga
Harmonisasi Keluarga merupakan masalah sosial dalam keluarga. Hal ini tidak jauh berbeda dengan perceraian orang tua. Ketidak harmonisan membuat anggota keluarga tidak betah berkumpul bersama keluarga bahkan hingga tidak betah terhadap rumahnya sendiri. Sehingga keluarga tersebut lebih senang aktivitas personalnya diluar rumah. permasalahan sosial ini tentunya akan mempengaruhi keadaan mental dan psikis anggota keluarga tersebut terlebih lagi anak-anak. Anak-anak akan merasa tertekan dan merasa kurang betah bahkan membenci keluarganya. contoh: Rambo merupakan anak tunggal dari pengusaha kaya. Namun sayangnya dirumahnya ia hanya mendapatkan pertengkaran-pertengkaran dari orang tuanya, alhasil ia kekurangan orang tuanya. Setiap ia bersama orang tuanya ia hanya mendapatkan amarahnya saja. Akhirnya Rambo pun stress dan kabur keluar rumah, ia mengikuti ajakan teman-temanya yang negatif. dan akhirnya ia moralnya menjadi rusak dan tak terkendali lagi. Dari contoh diatas seseorang dari keluarga yang tidak harmonis akan kekurangan perhatian dan kasih sayang. Oleh karenanya orang dalam masalah sosial tersebut harus mendapatkan arahan dan kasih sayang yang positif dari lingkungannya.
·         Disorganisasi Keluarga

Yaitu suatu perpecahan dalam keluarga sebagai unit, oleh karena anggota-anggotanya keluarga tersebut gagal memenuhi kewajiban-kewajiban yang sesuai dengan peranan sosialnya.
Dampak dari disorganisasi keluarga adalah perceraian dan kenakalan remaja akibat tidak adanya perhatian dan kasih sayang dari orang tuan.


Masalah sosial dalam masyarakat

Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata “masyarakat” sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain).
Analisis: Masalah sosial merupakan gejala tak wajar yang sering terjadi di lingkungan masyarakat. Dan memiliki dampak bagi kehidupan di masyarakat. Sebenarnya hal tersebut dapat di cegah dan di atasi jika kita mengetahui dan memahami hal-hal disekitar kita.
Sumber: - http://raraqra.wordpress.com/2012/11/17/permasalahan-sosial-dalam-ruang-lingkup-individu-keluarga-dan-masyarakat/Image


Rabu, 02 Oktober 2013

Tugas Sosial Dasar 2





TIO PAMUNGKAS
1IA01
58413918


1.  Jelaskan pengertian dan tujuan dari Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Pengetahuan Sosial

Pengertian Ilmu Sosial Dasar:  Adalah ilmu yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta,konsep,dan teori).
Tujuan Ilmu Sosial Dasar:
 - Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-masalah sosial yang ada dalam masyarakat
- Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha menanggulanginya
- Menyadari masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat di tanggulangi secara kritis dan disiplin
                                   
Pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial: Adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan sosial dalam bermasyarakat.
Tujuan Ilmu Pengetahuan Sosial:
- Membekali siswa dengan pengetahuan sosial yang berguna dalam kehidupan masyarakat
- Membekali siswa dengan kemampuan berkomunikasi dengan sesama warga masyarakat dengan berbagai bidang keilmuan serta berbagai keahlian
- Membekali siswa dengan kemampuan mengembangkan pengetahuan sosial sesuai dengan perkembangan kehidupan, perkembangan masyarakat , dan perkembangan ilmu dan teknologi

2.  Sebutkan dan jelaskan perbedaan dan persamaan Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Pengetahuan Sosial



Persamaan ISD dengan IPS :
-          Keduanya merupakan bahan studi untuk program pendidikan
-          Keduanya bukanlah ilmu yang berdiri sendiri
-          Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan sosial dan masalah sosial
Perbedaan ISD dengan IPS:
-          Ilmu Sosial Dasar diberikan di perguruan tinggi, sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan di sekolah dasar dan sekolah lanjutan
-          Ilmu Sosial Dasar merupakan mata kuliah tunggal sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran
-          Ilmu Sosial Dasar diarahkan kepada bentuk pengetahuan dan keterampilan intelektual

3. Jelaskan hakikat dan fungsi Ilmu Sosial Dasar dalam perguruan tinggi
Hakikat
 Ilmu Sosial Dasar membicarakan hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan sekitarnya. Dengan demikian  Ilmu Sosial Dasar memberikan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk menghadapi gejala-gejala sosial agar daya tanggap , persepsi , dan penalaran kita dalam menghadapi lingkungan sosial dapat berjalan dengan baik.
Fungsi:
Memberikan pengetahuan dasar da pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial agar tanggap,persepsi,dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial budaya dapat ditingkatkan sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungannya menjadi lebih besar


Senin, 23 September 2013

masalah masalah sosial

TUGAS ILMU SOSIAL DASAR
 













Disusun Oleh:

Tio Pamungkas
NPM: 58413918
Kelas: 1IA01
Teknik Informatika
Teknologi Industri















A.   Masalah-masalah Penduduk

Masyarakat yang tinggal atau mendiami suatu wilayah tertentu disebut penduduk. Masalah-masalah kependudukan yang terjadi di Indonesia sangatlah banyak antara lain persebaran penduduk yang tidak merata, jumlah penduduk yang begitu besar, pertumbuhan
penduduk yang tinggi, rendahnya kualitas penduduk, rendahnya pendapatan per kapita, tingginya tingkat ketergantungan,kepadatan penduduk,perilaku tidak disiplin,sampah,kebakaran dan masih banyak lagi yang lainnya.

1.    Jumlah penduduk yang begitu banyak
Jumlah penduduk yang begitu banyak merupakan salah satu penyebab utama munculnya masalah kependudukan . Jumlah penduduk Indonesia menempati peringkat ke-4 terbanyak dunia setelah China,India,dan Amerika Serikat dengan jumlah penduduk 205,8 juta jiwa (sensus tahun 2000).

2.    Kepadatan Penduduk/Persebaran penduduk yang tidak merata
Kepadatan penduduk yang tidak merata juga merupakan masalah sosial kependudukan di Indonesia. Beberapa kota besar di Indonesia sangatlah padat. Oleh karena itu masalah kemiskinan,pengangguran,pemukiman kumuh, dan lain lainnya sangat tampak pada masalah kepadatan penduduk ini.

3.    Kualitas Penduduk yang rendah
Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai tingkat pendidikan yang masih lemah. Oleh karena itu kinerja penduduk Indonesia tidak terlihat mencolok. Sehingga banyak penduduk tifak mendapatkan pekerjaan karena kurangnya keahlian dan keterampilan.



4.    Tingginya tingkat ketergantungan.
Penduduk-penduduk yang mempunyai umur non-produktif biasanya akan bergantung kepada mereka mereka yang produktif. Karena banyaknya penduduk yang non produktif maka mereka akan sangat bergantung kepada penduduk yang produktif.

5.    Pertumbuhan penduduk yang tinggi
Pertumbuhan penduduk yang tinggi tanpa disertai dengan fasilitas dan kebutuhan penduduk yang sesuai juga merupakan penyebab timbulnya masalah sosial kependudukan yang penting.

6.    Rendahnya pendapatan perkapita
Pendapatan per kapita didapatkan dari hasil pembagian pendapatan nasional suatu negara dengan jumlah penduduk negara tersebut. Semakin besar pendapatan perkapita suatu negara maka semakin makmur negara tersebut dan juga sebaliknya.

https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTi8wUgkNawB4xGkPUjFGhiZCk1t3d3FTQO9Ddqal1Z59Gn4knx
Gambar kepadatan penduduk

B.   Masalah –masalah Masyarakat
Masalah –masalah yang timbul dalam ruang lingkup masyarakat disebut masalah masyarakat. Banyak masalah yang timbul dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Masalah yang timbul di masyarakat disebabkan berbagai faktor yaitu sebagai berikut:

1.    Faktor Ekonomi
Banyaknya kemiskinan dan kesenjangan ekonomi yang mencolok  merupakan penyebab utama terjadinya masalah sosial di Masyarakat. Tak jarang faktor ekonomi ini menjadi akibat masyarakat melakukan tindak kriminal.

2.    Faktor Budaya
Faktor budaya juga merupakan salah satu penyebab terjadinya masalah sosial dalam masyarakat. Banyaknya masyarakat yang mengacuhkannya juga membuat budaya negatif menjadi lebih leluasa. Sebagai contoh: kenakalan remaja yang menggunakan narkoba dan minuman keras banyak di acuhkan oleh masyarakat sehingga timbulah budaya narkoba dan miras dikalangan anak remaja.

3.    Faktor Psikis
Faktor psikis juga salah satu penyebab masalah sosial dalam masyarakat sebagai contoh: eksploitasi,perendahan,penghinaan dan lain lain.

https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRDvCRCnxasIo9L5uGgB8in407rgR1H17w9v9SN9wHY3lQAO3z6aQ
Gambar pemukiman masyarakat kumuh dibantaran sungai

C.   Masalah-masalah sosial Kebudayaan
Berikut merupakan contoh-contoh problematika sosial dalam kebudayaan sosial:

1.    Perbedaan pandangan
Adanya pandangan bahwa kebudayaan itu statis dan tidak bisa mengikuti perubahan zaman, sehingga banyak masyarakat yang tidak mau melestarikan nilai kebudayaannya masing-masing.

2.    Rendahnya keinginan masyarakat dalam menghayati kebudayaannya
Rendahnya keinginan masyarakat untuk melestarikan kebudayaannya juga merupakan salah satu problematika sosial dalam masalah kebudayaan.

3.    Rendahnya apresiasi masyarakat terhadap budaya
Rendahnya apresiasi masyarakat dalam menghargai budayanya sendiri merupakan masalah yang kompleks dalam masalah sosial budaya di Indonesia

4.    Adanya pengaruh budaya asing
Pengaruh budaya asing yang diterima oleh masyarakat juga mempunyai andil dalam masalah sosial dalam masyarakat. Sebagai contoh: adanya pengaruh budaya pakaian asing yang tidak sesuai dengan norma dan kaidah negara timur, namun tidak sedikit masyarakat yang mengikutinya.
https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS3_efT8AJ4Z3Ud4Bpdic0BUJbiLHOyh7Y0Yb8yjc4dIUhhQfZq
Kebudayaan asing yang masuk dalam budaya indonesia








  Analisis:  1.Penyebab munculnya masalah masalah sosial di Indonesia di akibatkan oleh pemerintah yang tidak mampu mensejahterakan rakyatnya.
                2.Rendahnya keinginan masyarakat untuk merubah keadaan menjadi lebih baik.
                3.Tidak adanya pengawasan dari pemerintah terhadap rakyatnya
                4.Kurang di hayati-nya nilai hukum oleh rakyat
                5.Sedikitnya jumlah masyarakat madani di lingkungan masyarakat Indonesia


Minggu, 18 Agustus 2013

baru belajar

hari ini saya baru saja membuat blog dan saya ingin menuliskan apa saja yg saya ketahui hehe :D